Meet the People : Cindy Lailani

Meet the People : Cindy Lailani

Getting to know Cindy Lailani, the Community & Space Manager of Clapham Co.

TEXT Susan Suhargo

Tutur kata santun serta aura ramahnya memang sungguh mencerminkan pekerjaan yang dilakoninya sebagai seorang public relation officer. Namun, siapa sangka jika dara berusia 27 tahun ini nyaris tidak sempat mencecap pengalaman berkarya di pekerjaan yang telah membesarkan namanya.

Sebenarnya PR itu bukan pilihan pertama pas kuliah, tadinya ingin ngambil jurusan interior desain atau psikologi. Tapi keluarga sedikit keberatan, terus ada teman-teman yang mengusulkan untuk mencoba PR karena melihat saya selalu aktif di OSIS sewaktu SMA. Jadilah saya belajar Ilmu Komunikasi di UPH Karawaci,terangnya tentang awal perkenalannya dengan dunia kehumasan.

Seusai menyelesaikan kewajibannya selama 4 tahun, Cindy membulatkan tekad untuk menetap di ibu kota, tak lagi terpisah dengan keluarga yang sudah duluan pindah ke sana. Ia membayangkan diri bekerja di salah satu firma PR/ agensi periklanan di Jakarta, berbeda dengan kebanyakan teman-temannya yang lebih tertarik dengan dunia perhotelan. 

Namun, ia harus mengingkari janji yang dibuatnya karena perlu menemani oma yang sedang sakit waktu itu. Maka pulanglah si gadis kota ini ke kota kelahirannya. Ia harus memulai dari nol lagi demi membangun karir dan relasi. Penyuka anjing ini tak lantas patah semangat. Melabuhkan diri di Clapham Collective sebagai Community & Space Manager, Cindy pun menceritakan sepak terjangnya bersama co-working space terbaru di Kota Medan ini.

Bagaimana awalnya Anda bisa bergabung dengan Clapham?

Its not a very ambitious start, honestly. Mulanya, pengetahuan saya tentang co-working boleh dibilang cukup minim. Baru saja kenal dengan konsep ini beberapa tahun silam, berkat ramainya berita tentang pembukaan Hubud (co-working space di Ubud, Bali) yang berseliweran di Twitter. Waktu itu, saya lebih kenal Hubud daripada apa co-working itu.

Sehabis mengundurkan diri dari perusahaan yang lama, saya menemukan kembali istilah ini dalam iklan lowongan pekerjaan dari sebuah tempat bernama Clapham Collective. Saya coba lamar. Kemudian diajak Chris (Founder dari Clapham Co.) untuk ketemu dan ngobrol. Dari situ saya sadar, Oh, ternyata Hubud tuh ini! Co-working space! Setelah melewati beberapa tes, saya pun resmi diterima untuk bergabung dengan Clapham. Haha.

Mengapa Anda berani bergabung dengan Clapham meskipun kurang paham dengan co-working?

Sebelum Clapham, sebetulnya ada tawaran lain dari salah satu hotel berbintang di Kota Medan. Di atas kertas, memang pilihan lain ini tampak lebih menjanjikan karena datang dari perusahaan yang sudah stabil, dibandingkan dengan Clapham yang merupakan start-up.

Namun, saya tahu jika saya tak akan benar-benar merasa bahagia apabila memilih untuk terjun lagi ke dunia perhotelan, apalagi setelah menghabiskan nyaris 4 tahun bekerja sebagai Public Relations di Grand Aston City Hall Hotel. Saya ingin bekerja sesuai dengan passion saya; to do impactful work and contribute to the societyDi Clapham, ada banyak hal yang bisa saya eksplorasi meskipun saya berpikir masa depan di sini bisa saja tidak menentu. Untungnya, pikiran saya dibuka lagi melalui obrolan dengan mantan atasan dan teman baik di Australia.

Lucunya lagi, Human Resources Manager dari hotel berbintang ini sepertinya merasakan keraguan saya. Mereka sempat menelepon saya lagi untuk menanyakan komitmen. Setelah dipikir-pikir, sepertinya saya memang ragu untuk kembali lagi ke dunia perhotelan. Saya pun lantas menolak tawaran tersebut sebelum memberitahukan Chris jika saya ingin bergabung dengan Clapham. Kata Chris, saya itu risk-taker yang cukup gila sekali tidak mengamankan posisi saya di Clapham dahulu. Bagaimana jika posisi saya sudah terisi? Haha.

Boleh diceritakan mengenai tanggung jawab Anda di Clapham?

Di Clapham, misi kami bukan sekedar menyewakan tempat kerja saja. Member kami adalah komunitas kami. Jadi, peran saya di sini adalah untuk membantu memupuk perkembangan komunitas sekaligus mengatur penyelenggaraan event.

Bagi Anda yang tertarik, Anda akan menjadi bagian dari keluarga besar Clapham yang menerapkan 5 nilai khusus, yaitu Collaboration (Kolaborasi), Spirit of Sharing (Semangat untuk Berbagi), Culture of Learning (Budaya Belajar), Impactful Work (Karya Berdampak Sosial), dan Charitable Heart (Hati yang Dermawan). Jika ada orang yang hanya mau menyewa tempat saja, kami pun tetap mendukung mereka untuk terlibat dalam komunitas. We hope they can make the most out of their membership.

Apa pengalaman menarik yang dialami selama bekerja di Clapham?

Minggu pertama di sini saya habiskan untuk mempelajari segala sesuatu tentang co-working. Thankfully, my boss, Chris, is very helpful. Namun, otak saya baru benar-benar terisi saat mengikuti acara Coworking Unconference Asia (CUAsia) 2016 bulan lalu. Selama 4 hari, kita belajar tentang sisi bisnis dan operasional dari coworking, bertukar pikiran dengan sesama penggiat co-working, serta bertemu dengan pemain co-working dari seluruh Indonesia dan bahkan dunia. Kita sempat berkenalan dengan Alex Hillman (Founder dari Indy Hall), salah satu tokoh legendaris di dunia co-working.

Salah satu sesi Coworking Academy dalam rangkaian acara CUAsia2016

 Diskusi mengenai "Dealing with Bad Behaviour" pada Unconference Session di CUAsia 2016

Selain itu, juga bertemu dengan start-up baru dan mempersiapkan Festival #StartUpLokal yang dikebut dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu. Awalnya kami hanya ingin membuat sebuah meet-up sederhana selama sehari. Tapi Chris sempat mengirimkan proposal ke beberapa venture capital dan start-up di Jakarta dengan respon yang amat positif. 

Karena animo yang begitu membludak, kami akhirnya mengubah acara meet-up ini menjadi sebuah festival berdurasi 2 hari. Hasilnya: nyaris 300 orang turut hadir! Hal yang membuat saya tambah gembira adalah melihat betapa beragamnya peserta Festival #StartUpLokal. Rata-rata berasal dari berbagai kalangan dan etnis, dan bahkan ada yang sengaja jauh-jauh datang dari Pulau Samosir cuma untuk menghadiri acara ini. Saya bangga bercampur haru melihat semangat dan karya para creativepreneur dan start-up yang hadir.

Saya memulai di Clapham tanpa ambisi yang muluk-muluk. Namun di sini, saya disadarkan kembali bahwa selama ini saya memang selalu ingin melakukan sesuatu untuk Kota Medan. Khususnya yang menyinggung kebiasaan networking tidak sehat dan kesenjangan antar etnis. Ya, ternyata jalan hidup saya diarahkan ke Clapham. Akhirnya saya baru mengerti tujuan Chris sebenarnya membangun Clapham: The purpose is bigger than the place.

Rencana ke depannya dari Clapham?

Tugas besar kami adalah membangun komunitas yang sehat. Community is the most essential part of us. Setelah Clapham berjalan, kami pakai beberapa bulan pertama untuk mengenalkan dan mendidik masyarakat Medan tentang konsep co-working.

Sejauh ini kami sudah membuat berbagai paket seperti Clapham Lite, Regular, Desk, atau Cube yang dijalankan per bulannya. Ada juga Clapham Connect untuk orang-orang yang enggak memerlukan tempat kerja tapi ingin menjadi bagian dari komunitas Clapham. Selanjutnya, kami berencana untuk melakukan pendekatan dengan perusahaan di Medan melalui program Clapham Corporate Partners.

Dari acara CUAsia 2016 bulan lalu, kita banyak belajar dari co-working space lainnya, misalnya Impact Hub (Singapore) yang sudah berjalan lama dan sangat sukses. Ternyata banyak perusahaan besar yang mencari Impact Hub untuk menempatkan staff mereka di sana. Tujuannya supaya para staff ini bisa bekerja di lingkungan baru yang lebih kreatif sekaligus memperluas jaringan network mereka.

Meskipun bekerja untuk perusahaan mereka masing-masing, para staff berkesempatan untuk bertemu dengan aneka start-up yang penuh dengan ide-ide segarkarena mereka berada di ruang lingkup co-working space. Inilah bukti betapa kuatnya komunitas dan pengaruh dari Impact Hub. Kami ingin menawarkan hal serupa kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Medan. Plus, ada rencana untuk berafiliasi dengan merchant setempat agar member kami mendapatkan keuntungan lebih ketika berbelanja atau menggunakan jasa dan fasilitas di merchant tersebut.

Selain itu, kami juga sedang merampungkan perencanaan untuk berbagai event yang akan menunjang perkembangan komunitas kami, seperti Clapham Conversation yang inspiratif, Clapham Workshop, Business Plan Competition, serta acara berbobot lainnya untuk memberikan exposure lebih bagi start-up dan creativeprenuers di Kota Medan.

Comments